Showing posts with label mindsturbation. Show all posts
Showing posts with label mindsturbation. Show all posts

Jun 20, 2016

tigapuluhempat



tak terasa, hari ini datang lagi.
hari dimana keajaiban ilmiah dan sentuhan magis semesta mengantarkan kita kemari.

hari ini sudah berulang ketigapuluhempat kalinya. diangka tersebut, saya sudah tidak berharap apa-apa. saya bahkan tidak berminat berjanji atau membuat rencana masa depan. rasanya, saya kelewat bersyukur untuk itu.

tapi, katanya hari kelahiran itu ada "juju"-nya. dan katanya mukjizat tidak berpintu. dia bisa datang kapan, dimana dan lewat apa saja.

sebodoh apapun kedengarannya, sulit untuk tidak membayangkan keajaiban benar-benar ada.

seandainya memang ada, baiklah!

saya ingin kebaikan untuk kita semua. bahwa kita akan selalu mengingat kebaikan satu sama lain. selalu doakan yang terbaik. selalu berusaha jadi orang berjiwa baik dan terberkati.

amen.


Oct 1, 2015

Terimakasih, hari ini.

Kamu tidak akan tahu. Betapa hari ini, (ya, hari ini!) 1 oktober, menjadi salah satu hari yang sangat aku syukuri.

Hari ini seorang bayi laki-laki terlahir.
Bayi yang kelak sering menyusahkan tapi selalu ingin membahagiakan orangtuanya. Yang kelak tumbuh keras namun selalu besar hatinya. Yang menjadi pemberontak tapi berhati hello kitty. Seorang teman yang setia dan mudah disayang.

Sudah belasan bulan kamu belum juga pulih, aku tetap mensyukuri semesta yang telah menciptakan kamu. Melahirkan kamu. Karena dalam keadaan apapun, sadar maupun tidak, keberadaanmu merubah hidupku.

Panjang umur dan sehatlah. Aku mendoakan segala kebaikan  dan kebahagiaan dunia akhirat.

Selamat ulang tahun, Lelaki terpenting dalam hidupku.

Jul 1, 2015

Dadah, Juni.


Dalam hidup saya 2 tahun terakhir ini, bulan juni penuh batu gemintang. Ada yang terang, ada yang berbinar lemah, ada pula yang masih tertutup lapisan batu. Menunggu giliran untuk terkikis oleh tangan dan waktu.

Bulan juni dipenuhi dengan milestones. Mulai dari kelahiran, pernikahan, lompatan besar hingga melangkah mundur dan berjalan perlahan.

Hari ini sudah bulan juli. Saya sedih.
Saya berdoa, semoga kami dipertemukan lagi. Dan saat kami bertemu, semoga keadaan sudah lebih baik.

Amen.

Jun 27, 2015

Lima.

Tidak terlalu banyak kata-kata lagi tentang hari ini.

Aku hanya ingat hari ini, lima tahun yang lalu, gemetar, bahagia, takut, gemas dan semua perasaan bercampur aduk saat menunggu terang. Karena dalam beberapa jam lagi, keluargamu dan keluargaku akan bertemu di masjid Al Falah. Dihadapan segalanya, Kita menyelesaikan kesendirian kita. Kita menikah.

Selamat ulangtahun perkawinan, suamiku.  Lelaki terpenting dalam hidupku. Cepatlah siuman dan bantu aku merayakan hari ini.


Ingatlah bahwa kita bisa bersama karena semesta mengijinkan. Sampai maut memisahkan.

Jun 20, 2015

Pengemis.

Terlepas dari modus yg ada  jaman sekarang, pengemis adalah orang yang tidak berdaya. Pasrah, kalo ada yg kasihan, ya dapat duit. Kalo ngga, ya jalan lagi ke tempat lain.

Tapi kalo buat saya, mengemis itu bukan melulu minta duit. Makanan, pakaian dan tumpangan tempat tinggal. Ya kurang lebih sama seperti kita. Yang berbeda hanya modusnya.

Sekeras apapun usaha yang kita lakukan, percuma, kalo ngga kasih sama Sang Dermawan. Dia. Semesta.

Pasti bertanya-tanya, kenapa tiba-tiba saya membahas pengemis. Ini karena hari ini saya berumur 33. Dan menurut tafsir mimpi pasang togel (penting!) angka tersebut berarti pengemis. Saya. 

Saya masih mengais-ngais rejeki dr segala tempat yang ada, masih mendapat sumbangan perhatian dan empati, masih menumpang sana-sini.

Tapi kalo ditarik kebelakang, satu tahun yang lalu, saya masih di jogja. Menjaga suami yang baru tadi malam keluar dari ICU di RS Panti Rapih. Waktu berjalan cepat, tapi terasa sangat lambat.

33. Gila. Saya belum jadi apa-apa. Masih miskin, masih cengeng, masih belum memberi apa-apa pada orang lain atau masyarakat. Malah seringnya nyusahin. Tapi kalau bukan atas kedermawanan semesta, boro-boro bisa menulis blog ini.

Saya bersyukur atas semuanya. Atas keluarga yang menyayangi saya, kerabat yang saya tumpangi dan sering saya bikin susah, teman-teman yang selalu mensuport dan, tentunya, suami saya.


Walaupun perlahan, dia mengalami perkembangan. 
Walaupun secara fisik mengalami kemunduran, dari sinar matanya saya tahu dia semakin mendengar dan merasakan keberadaan saya. 
Walaupun dia belum berkata apa-apa, saya yakin dimanapun dia melihat saya, akan cekikikan sampil ngeledekin saya udah tua.  Seperti yang setiap tahun dia lakukan, padahal umur kami hanya terpaut 4bulan.

Kapan-kapan saya akan cerita tentang tafsir mimpi togel yah. Ini salah satu inside joke suami yang aneh. Karena yah, dia memang aneh. 

Sementara itu, terimakasih, Semesta. Untuk semua yang sudah aku miliki, rasakan dan pikirkan hari ini.

Jun 17, 2015

Ketemu lagi.

Ketemu lagi.

Bersyukur, karena tuhan alam semesta begitu dermawan menghidupi kami sampai malam ini.

Selama ini, kita selalu punya "setan" untuk disalahkan atas hal-hal buruk.

Tapi tidak saat ini.

Kami diperbolehkan belajar untuk mengendalikan diri. Belajar untuk bertanggungjawab sendiri untuk segala hal yang kami lakukan. Belajar untuk tidak menyalahkan.

Suami saya selalu bilang, beribadah ngga usah pamrih. Pahala itu bukan urusan kita. Begitu pula dosa. Lakukan saja yang baik. Dengan jiwa yang baik. Saya setuju.

Bersyukur, tadi saya bilang. Karena masih dipertemukan dengan bulan ramadhan. Kami  dan keluarga masih bersama. Walaupun dalam keadaan yang tidak sehat sempurna, tapi kami masih bersama.

Selamat berpuasa, teman-teman. Selamat berusaha menjadi jiwa yang lebih baik.

Jun 5, 2015

Setahun.

Halo, Bembi.
Separuh hidup, belahan diri, sahabat sampai matiku.

Sudah setahun sejak terakhir kali sejak kita bicara. Aku masih ingat. Tepat di jam segini.

Aku ingat posisi tidurmu, baju yang kamu kenakan, dan apa yang kamu katakan waktu itu. Disela-sela perjuanganmu melawan ketidaksadaran yang pelan-pelan mengambil.

Jangan menangis, katamu.
I love you, katamu.

Tidak ada yang bisa menyamai suasana hatiku waktu itu. Kamupun tahu itu. Bahkan dalam keadaan gentingpun, kamu tetap berusaha menenangkanku. Kamu tidak melepaskan tanganmu yang melingkar di bahuku.

Setahun, Bem.
Itu bukan waktu yang singkat. Bahkan terasa lebih lama tanpa becandaanmu.

Tapi tidak ada yang membuatku lebih bahagia. Melihat kamu malam ini tidur tenang disini. Sesekali membuka mata, lalu terlelap lagi.

Tuhan sangat baik. Dia menyayangi kamu. Menyayangi kita. Dia memberi kita kesempatan untuk menjadi orang yang lebih baik, lebih bersyukur dan lebih kuat.

Kita percaya pada keinginan tuhan dan semesta. Kita serahkan semua padanya. Karena darinya-lah kita berasal.

Sementara itu, jangan risau.
Tidak sedikit perasaanku berkurang buat kamu.

Sadar atau tidak, aku akan tetap disini menyayangimu.
Sekarang dan bertahun-tahun kedepan.

Jan 13, 2015

1 day of fame.

Saya sedang tidak habis pikir. Tentang orang yang tidak seberapa bangga akan pekerjaannya, karena tidak ingin terbebani oleh tanggungjawab yang harus diembannya. 

Ada pula seseorang yang bangga akan profesinya, namun tidak memiliki etika dan tanggungjawab moral terhadapnya. 

Bagaimanapun, 2 tipe tersebut adalah termasuk tipe yang paling menyedihkan, menurut saya. Dan semoga dimasa depan, saya tidak harus berurusan dengan orang-orang semacam itu lagi.

Kenapa lagi? Iya, karena saya sudah memiliki pengalaman pahit terhadap keduanya. Dan kebetulan (atau bukan kebetulan?) mereka berasal dari satu institusi yang sama. 

Minggu lalu, saya menerima undangan wawancara dari salah satu media yang terkenal dan BESOAAARRRR di jawa timur. Karena sebelumnya sudah pernah bertemu singkat dengan sang wartawati, interview-nya berlangsung cukup lancar, ngobrol-ngobrol santai MURNI seputar profesi saya sebagai freelancer. suka duka dan tanggungjawab dibalik profesi saya. Diselingi dengan sesi pemotretan yang mengharuskan saya berpose cukup generik untuk media massa. "senyum", "lirik ke kamera" dan "tertawa lepas". Semacam itu lah. 

Selang beberapa hari, wartawati menghubungi saya lagi. Bertanya apakah boleh dia menyinggung tentang suami saya. Saya kuatir dong. Saya tidak ingin artikel ini terlihat seperti kolom "minta sumbangan" yang biasanya diakhiri dengan menyebutkan nomer rekening untuk 'uluran tali asih". 


Karena hidup ini indah, tentu saja ketakutan saya lah yang terjadi. Larut malam sebelum jadwal tayang, dengan cerianya dia mengirimkan preview dari komputernya. Terlepas dari foto saya yang "oh, no. kenapa rambut saya begini?", isinya 100% cocok dengan ketakutan saya + 10% karena semua berita sehubungan dengan penyebab penyakit bembi adalah 80% keliru! 

7 bulan tidak sadar, benar. Radang otak, benar. Sisanya? Sepertinya si wartawati sudah merasa kenal luar dalam dengan saya dan bembi. alih-alih bertanya pada narasumber, dia memutuskan bahwa asumsinya saja sudah cukup.

Beberapa kali di pertengahan tahun 2014, saya memang menulis sedikit tentang keadaan bembi di blog ini. Saya tulis dengan sedikit emosional, memang. Tapi juga dengan hati-hati. Eh, malah begini jadinya.

Ya marah, ya sedih. Malu? Sedikit.
Kecuali saya adalah selebritas sinetron, berita ini akan berlangsung ke acara-acara seperti silet atau semacamnya. Artikel tentang saya tentu akan dilupakan dihari berikutnya dan berakhir menjadi bungkus gorengan (atau pembalut, kata teman saya). 

Yang lebih menyiksa adalah rasa bersalah pada suami karena dia tidak tau apa-apa. karena saya sudah menjual drama tentangnya untuk konsumsi publik. Mungkin sebenarnya, publik tidak mengkonsumsinya. Itu tidaklah begitu penting.

Sebenarnya, yang saya permasalahkan hanyalah etika. Kalau memang rubrik yang ingin diangkat adalah sisi kemanusiaan dan drama, ya katakan dari awal dong. Jadi narasumber masih memiliki pilihan untuk menolak atau bersedia (memberikan informasi). Ini kan buat kredibilitas sang wartawan juga.

Beberapa teman meminta untuk untuk lapor, komplain dan somasi. dari koran kembali ke koran, begitu kata salah satu teman. Tapi sebaiknya saya relakan saja. Orang-orang yang mengenal kami tentu tahu bahwa berita blunder tersebut. Pun beberapa orang merespon tidak ada yang salah dengan artikel tersebut. Yo wis. Saya tidak punya waktu untuk membenarkan pikiran orang-orang yang lebih memercayai media massa daripada bertanya langsung pada kami. 

Mungkin, satu-satunya yang kurang adalah foto kondisi suami saya. Kalo bisa, malah yang sedang terlihat sakit. Semakin menderita, semakin bagus.

Akhir kata, terimakasih buat wartawati karena membuat saya tenar satu hari kemarin. Terimakasih karena bersedia repot-repot mengantarkan pelajaran besar dari semesta.
Saya doakan semoga mendapatkan karir cemerlang dibidang selain jurnalistik. Tidak ada yang lebih buruk daripada seorang jurnalis (atau profesi apapun) yang tidak memiliki hati dan otak menjalankan tugasnya.

ps. : maafkan jika tulisan saya berantakan. saya masih terpukul dan dirundung duka mendalam perihal penyakit suami saya hingga terlalu buntu untuk menulis dengan benar. ha!

sila membaca artikelnya disini
Eh, link diatas udah dihapus. Yang ada tinggal disini

Dec 24, 2014

Separuh.

Bagaimana jika kau sudah berikan segalanya, SEGALANYA. Bahkan saat kau sudah memuntahkan bagian dalam tubuhmu. Namun masih tak cukup.

Bukan kok, bem. Tulisan diatas bukan tentang kamu. Tapi tentang aku.

Akhir-akhir ini aku merasa egois. Berharap macam-macam. Mulai dari keajaiban, keberuntungan hingga ketidakmungkinan.

Aku merindukan hidupku sebelum ini semua terjadi. Hidup kita. Yang aku penuhi dengan keluhan dan ketidakbersyukuran. Berpikir bahwa kita terprogram bangun tidur dalam keadaan baik. Seakan selalu dan seharusnya terjadi secara otomatis.

Aku malu. Malu sama kamu. Karena kamu tidak begitu. Kamu orang yang sangat mudah dibahagiakan. Tidak seperti aku.

Aku malu sama semesta. Karena dalam keadaan sehat dan tercukupi masih saja merasa miskin.

Tadinya aku selalu berharap kamu akan  membalas genggaman tanganku, menjawab panggilanku dan merengkuh rangkulanku. Tapi betapa naifnya harapanku. Maafkan aku yah. Aku yakin ini tidak sebanding dengan perjuanganmu selama  hampir 7 bulan ini.

Saat ini aku memang sedang kekurangan dalam segala hal. Tentu saja, karena kamulah yang selalu bisa melengkapi.

Aku mencintai tuhan dan semesta, karena telah mengantarkan makhluk baik berupa kamu. Dengan segala  mimpi, semangat dan lelucon-lelucon "hampir lucu"-mu.

Percayalah, semesta bisa saja membalikkan keadaan dengan mudahnya. Karena bagi-Nya tidak ada yang tidak mungkin. Kita masih mengalami segala hal ini karena memang dimaksudkan begitu. 

Bem, menjadi separuh memang tidak menyenangkan. Tapi aku tetap yakin kita bisa saling menguatkan. Seperti biasanya.

I love you through & through.

Nov 30, 2014

Nov 1, 2014

siempre.

Was just checking out old photos on my facebook. I remember I wrote this on my nintendo DS back at 2010. 

I laughed about it (and cried about it, obviously). I don't think he knew I wrote this cheesy thing about him. I wish he did. Or not, no problem. Because I still feel exactly the same. So I guess I am so lucky.

amen.

Oct 20, 2014

Yang terlewat

Halo, Bem. Apa kabar didalam sana?

Kemarin, sekali lagi sebuah tanggal bersejarah buat hidup kita terlewat olehmu. Setelah beberapa ulangtahun, hari jadi, hari perkawinan serta hari-hari besar yang kita ciptakan semau kita.

Tapi Kali ini bukan tentang kamu dan aku. Ini tentang saudara sepupu, sahabat dan pasangan hidupmu yang akhirnya melepas masa lajangnya. Yup, Tunjung akhirnya jadi suami orang.

Rindu rasanya mendengar nostalgila masa muda yang terus menerus kalian reka ulang setiap saat. Joke joke jayus, kejadian memalukan saat gig fxvx yang biasanya disusul dengan gerakan-gerakan joged aneh khas-mu bersama teman-teman yang ngga kalah anehnya. Yang juga selalu menantimu bangkit.

Entah apakah kau sudah kembali ke tubuhmu atau masih berpetualang. Semua memikirkanmu dan berharap kau ada bersama kami tadi malam. Menyaksikan kejadian surreal Tunjung diatas pelaminan. Semoga mereka bahagia selalu. Doakan istrinya selalu tabah dan tawakal mengadapi suami barunya.

Iya, sekali lagi kau melewatkan tanggal bersejarah. Tapi tak masalah. Aku tak keberatan menceritakan ulang.

Sekarang tidurlah sampai puas. Istirahatlah. Ada banyak cerita yang sudah menggegelak ingin kutumpahkan bersama dengan kerinduan yang besar-besar ini.

Nanti, yah. Saat kau sudah bangun.

Love u through and through.

Oct 1, 2014

Harapan

Hai, Bem. 

Tahun ini sangat spesial yah, buat kita.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kita memulai tahun ini dengan harapan yang sangat tinggi. Dengan naifnya membuat rencana-rencana untuk masa depan, yang jujur saja, mulai berjalan sesuai bayangan kita. Hingga pertengahan tahun. Hingga saat ini.

Satu dari kita harus istirahat dalam waktu yang (ternyata) cukup lama. Sudah 4 bulan lamanya kamu terbaring belum juga siuman. Kamu ngga bisa bayangin gimana aku sangat merindukan kamu.

Masih ingat, 5tahun yang lalu? Tepat tanggal ini kita ketemuan di mall. Malu-malu kaya anak baru pacaran. Karena emang kita baru jadian sehari sebelumnya. Kamu traktirin aku supersize hotdog, makan supersize froyo dan kita ngobrol super gak penting. 

Konyol. Sekonyol tulisan ini yang ditulis seakan-akan kamu berada ditempat yang jauh. 

Hari ini, lagi, kamu ulangtahun. Segala doa dan semangat terus aku dirapal dalam hati dan tiupkan di telingamu yang hangat. Semoga tuhan dan semesta menyisakan keajaiban untuk kita. Buat kamu.

Aku, dan aku yakin kamu juga, masih berpegang pada harapan yang sangat tinggi. Berharap keadaan menjadi lebih baik. Setiap hari.

Tapi sebenarnya, jika tidak bisa lebih baik, asal tidak lebih buruk, aku tetap sangat bersyukur. Asal kita tetap ingat untuk tidak berhenti berharap.

Selamat ulangtahun teman sepernakalan, sepemikiran dan sehidupsematiku. Ayolah bangun. Hidup sedang  seru-serunya!

I love you to bits.

Jun 27, 2014

apa yang terjadi hari ini...

...adalah kami menikah. tepat sepekan setelah ulangtahun saya yang ke-28.

apa yang terjadi hari ini adalah saya bersujud syukur karena diberi rejeki, cobaan, halangan, pun juga hikmah dalam hidup.

mulai hari ini saya berusaha untuk bangun tidur dengan harapan tertinggi bahwa keajaiban bisa saja terjadi hari ini. bisa saja.

hari ini suami saya masih belum siuman dari penyakitnya. saya yakin, dia masih belum selesai berurusan dengan sang energi yang maha besar.

hari ini berat rasanya harus meninggalkan apa yang kami bangun di yogyakarta dan kembali ke surabaya. tapi kami yakin, kami akan kembali.

hari ini aku meniupkan doa di telinganya. Sadar ataupun tidak, 4 tahun sudah kita bersama. semoga selamanya. amin.

Jun 20, 2014

Hari ini

... 32 tahun yang lalu saya tiba di dunia. layaknya bayi baru, dinanti dengan penuh cinta dan doa terbaik. dihujani harapan terdepan akan masa depan mereka.

saat ini, 3 dekade kemudian, saya disini. berulangtahun. masih dihujani dengan doa dan harapan. bukan untuk saya saja. tetapi untuk sahabat, tandem dan separuh hidup saya yang sedang terbaring dirumahsakit karena radang otak yang mendadak menghantamnya.

hari ini, sudah hari ke-15 ia tidak sadarkan diri. saya, keluarga dan teman belum berhenti mengirim doa dan harapan terbaik untuk kesembuhanya.

terimakasih tuhan karena membawa kami hingga sejauh ini. terimakasih teman-teman karena menemani kami hingga sejauh ini. terpujilah kalian.

selamat ulang tahun, aku. semoga sehat dan panjang umur, bembibum.

cepatlah bangun! aku rindu!

Jan 2, 2014

Mari mulai lagi


Selamat tahun baru!
Tahun baru bukanlah fase berulang. Tahun baru tentunya tidak akan sama dengan tahun lalu, tapi juga tidak akan berbeda.

Tahun baru adalah kesempatan baru. Saatnya untuk memperbaiki kesalahan, meningkatkan kemampuan dan menerima kelemahan.

Tahun baru adalah untuk memperbaiki langkah, menyerap ilmu dan mengamalkannya.
Untuk saya, tahun ini adalah tahun ujicoba. Saya akan melakukan hal-hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Dengan cara khas saya yang telah dimodifikasi oleh pembelajaran.

Mungkin tidak banyak.

Saya tidak pernah pintar, dan mungkin akan selalu begitu. Dengan bangga saya yakini dan sadari bahwa ketidakpintaran akan menjadi modal besar saya tahun ini. Bahkan mungkin untuk tahun-tahun berikutnya.
Meskipun keberhasilan akan sangat indah, saya tak peduli jika nanti gagal. Iya, saya akan rugi. Rugi waktu, uang dan tenaga. Tapi keberhasilan juga bukan semata takdir.

Saya bukan orang yang religius-religius banget. Seorang teman mencap saya sekuler dan phobia terhadap agama sendiri (bahkan mungkin dibilang kafir) karena saya menjalankan ibadah yang tidak 'sesuai' dengan caranya.

Oke kembali soal saya yang tidak religius-religius banget.  Saya merasa tidak puas jika hanya berdoa dan menyerahkan pada tuhan yang akan memberikan keberhasilan sebesar doa yang saya panjatkan. Saya baru puas jika saya berusaha sampai berkeringat hebat dan jatuh tersungkur karena kelelahan. Baru setelah itu berdoa.

Saya percaya semua kembali dalam diri sendiri. inner peace kita bukan hanya vertikal dan horisontal, tapi sirkular. Dengan alam semesta.

Saya doakan kalian semua baik!

Nov 15, 2013

Saya ingin bercerita

...tentang teman kos kami.
Bukan teman, sih. Karena kami tidak tahu nama mereka, dan saya rasa mereka juga tidak tahu nama kami. Kami hanya mengenal dari  kebiasaan mereka aja.

2 Anak SMA. Mereka melakukan segala hal bersama-sama. Berangkat sekolah bersama, pulang sekolah bersama, makan siang/malam bersama, mendengarkan musik berselera abg keras-keras bersama hingga ritual ngamplas bareng setiap malam.
Ketika saya bilang ngamplas, anda jangan membayangkan 2 anak abg berbaju flannel dan celana overall ala carpenter sedang menggosok potongan kayu dengan amplas (meskipun itu sangat menarik untuk dilihat, tapi) bukan itu. Amplas disini adalah Ambarukmo Plaza.

Si Tinggi Kurus, kamarnya berada di lantai 2 di dekat tangga, paling dekat dgn kamar mandi, wastafel dan tiang jemuran. Dilihat dari kepemilikan sepeda motor dan jajaran sepatu  yang membentang didepan kamarnya, dia anak orang kaya. Namun jika dilihat dari bahasa tubuhnya, cara ia berperilaku, mulai dari cara ia membuka kunci kamarnya, caranya berjalan, menyalakan mesin sepeda motornya hingga bertutur kata, dia kurang berpendidikan. Songong dan serampangan.

Si Pendek Kumal, kamarnya juga di lantai 2, tepat di atas kamar kami. Dari jajaran sepatunya, dia berasal dari keluarga dengan keadaan ekonomi yang biasa-biasa saja. Dia melakukan apa yang dilakukan oleh si Tinggi Kurus. Berusaha songong, berusaha serampangan. Padahal kelihatan bahwa itu bukan sifatnya. Hal ini terlihat jelas di akhir pekan. Saat si Tinggi Kurus sudah pulang kampung, si Pendek Kumal menunggu jemputan kerabatnya. Biasanya tiba-tiba ia jadi murah senyum.

Cukup terlihat hierarki-nya. Si Tinggi Kurus adalah Queen Bee (terlepas dr dia tidak cantik-cantik amat) dan si Pendek Kumal adalah wannabe / pengikut setianya. Si Tinggi Kurus menguasai kamar mandi dan tiang jemuran, Si Pendek Kumal pasrah menunggu sampai kamar mandi dan tiang jemuran kosong. Si Tinggi Kurus punya sepeda motor, Si Pendek Kumal bersedia ikut kemanapun Si Tinggi Kurus ingin pergi atau ditinggal begitu saja saat dia ia pergi sendiri.

Mungkin kalian bertanya-tanya, saya mau cerita apa sih? Sejujurnya, setelah menulis panjang diatas, saya jadi lupa. Nanti kalo ingat, akan saya lanjutkan ya. Saya mau ngamplas dulu. *pake baju flannel*

Nov 7, 2013

Tentang menggambar

Saya suka menggambar. Buat saya menggambar adalah cara paling mujarab untuk merekam cerita, pengalaman dan hal-hal yang terjadi sehari-hari (termasuk untuk mencatat apa saja yang sudah saya makan hari ini). Jika orang lain lebih memilih buku harian, saya lebih memilih buku sketsa. Itupun tidak harus berbentuk buku. Bisa apa saja.

Dulu saya menggambar di sembarang kertas. Mulai dari kertas bekas, sisa cetak proposal, koran, bagian belakang kalender dan sebagainya. Sepertinya buku catatan SMA dan kuliah dulu hampir selalu penuh dengan gambar-gambar tak senonoh atau karikatur guru/dosen yang saat itu sedang mengajar.
Menggambar dimana saja itu bagus. (Terutama buat orang yang pelupa seperti saya). Hingga saya menyadari bahwa tindakan tersebut agak salah.

Beberapa bulan belakangan ini, saya kesulitan mengarsip hasil gambar-gambar lama saya. Banyak yang hilang dan tidak diketahui keberadaannya. Dan itu menyedihkan. Saya sempat depresi berat dan kehilangan selera makan. 
Harap maklum jika saya sering menggunakan kata-kata hiperbolik, yang sebenarnya hampir tidak pernah terjadi. Jadi saya tidak depresi berat, apalagi kehilangan selera makan. Intinya, hal tersebut tersebut membuat saya sadar kesalahan saya.

Sekarang saya berusaha tertib dengan menggambar hanya di buku sketsa.

Bohong, deng. Saya tetap menggambar sembarangan. Tapi sekarang saya benar-benar berusaha menggambar di buku dengan lebih hati-hati.

Kenapa hati-hati? Karena buku sketsa bisa jadi portfolio seorang ilustrator. Apalagi jika kita dalam rangka ingin serius mendalaminya.

Saya masih dalam tahap belajar. Sejujurnya gambar saya tidak bagus-bagus banget. Mungkin buku sketsa saja juga ngga ada harganya lah. Tapi saya rasa tidak ada yang salah dengan itu. Kalo tidak salah, Voldemort bilang, “Tidak ada yang benar atau salah. Yang ada hanyalah yang kuat atau lemah.” Ngga ada hubungannya, sih.

Jika melihat coretan saya beberapa tahun kebelakang, saya malu. Mungkin rasa malunya sama seperti malu mengingat email semasa sma dulu. Najis banget. Saya ngga berpikir gambar saya sekarang sudah oke. Buktinya saya masih mengaku gambar saya ngga bagus-bagus banget. Namun jika melihat kebelakang, saya merasa sudah melakukan pembelajaran yang cukup baik. Begitulah.

Nov 12, 2012

A note for you, my darling haters

Funny how people hate you for things you do/did. even the things you do/did wasn't particularly for them and yet they reveal it to cause you trouble.

Well... We live in a true 'jolly' world. Where hungry unsatisfied people (or simply jerks) are lived in. for some reason, whatever that is, some people is blatantly obliged to kiss other's (with more power,of course) ass. Just to be associated to their inner circle, or just being a 'good' espionage.

As for the indulging anger, i just wanna thank them, the ones that recklessly or purposely stab me on my back, the hackers or the whateverbeings. From the bottom of my guts, i thank you for the nurturing lessons.

With this post, i am pretty sure my state of hatred is over, i 've made this note. Only for you, my darlings. 
I meant every word, with all my heart :)


Aug 16, 2012

Buckle up


Time fly so fast. Fdels like was only yesterday i tie the knot, being a newbie in my current work and bam. What do you know, it has been 2 years. 
I look around. people i know have changed, old friends moved on, replaced by some new faces... It creeps the hell out of me that i'm the only one who stays.

Well, there are always reason to stay. In my case, i'm not ready.
I love art. I LIVE ib art. But in my country, no matter how much i want it, art is not a living. yet. Especially for a frickin mediocre like me. :p
I assume if i would like to make my move from this black hole, I just have to be a better person.

It's not really reaching for the star really, but it ain't easy either. 
Because there's no such thing as 'The Best'. in cooking, drawing, time managing and in everything i could. I wanna be just slightly a better human being.


I don't buy "practice makes perfect" thing, coz being perfect simply spoils the fun. But since my coloring sucked the world, lately i've been practicing a lot on it. Check it out