Sep 17, 2013

Suatu Sabtu di Jalan Sultan Agung


Hari itu hari sabtu. Saya masih girang akan sepeda tua yang baru saya beli di loak sepeda 2 hari lalu. Kami bersepeda beriringan sambil menikmati siang setengah sore di jogja, sambil mampir ke toko aksesoris sepeda untuk melihat-lihat.

Seperti biasa, saya tidak berusaha menghafal atau menerka-nerka jalan. Saya hanya mengikuti kemana sepeda bembi melaju. Dalam hati, kalaupun nanti tersesat saya ngga keberatan.

Setelah beberapa kilo mengayuh, tiba-tiba jalanan macet. Terlihat keramaian bergerak perlahan dari ujung jalan Sultan Agung. 

Saya memicingkan mata dan melihat 2 gundukan gemuk berayun dengan lucunya.Gajah! 

Mereka dikawal pick-up berlogo "Gembira Loka". Bak belakangnya berisi rumput dan sayuran segar buat si sepasang gajah itu. Mas-mas juga menyiramkan air di jalanan yang akan dilalui gajah agar mereka tak kepanasan. 

Dibelakang gajah, parade turis, marching band tradisional dan Tarian Naga khas Tionghoa yang meliuk-liuk semangat.

Mereka sudah lewat. Paradenya sudah bubar. Tapi rasa senangnya masih tersimpan di pikiran saya. Saya simpan di gambar saja, daripada nanti lupa. (jogja,17sept2013)